Logo Kargopedia Baru

Kenapa Kebanyakan Kendaraan Niaga Berpenggerak Roda Belakang?

Contoh kendaraan niaga misalnya seperti pickup, truk, bus, bahkan blind van. Jika diperhatikan, kebanyakan kendaraan niaga yang beroperasi di Indonesia menggunakan penggerak roda belakang, alias Rear Wheel Drive (RWD). Jadi roda depan hanya sebagai pengarah laju kendaraan, bukan sebagai penggerak. Lalu mengapa kendaraan dengan penggerak roda belakang ini banyak digunakan untuk keperluan niaga?

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, kalau penggerak roda depan identik dengan menarik, sedangkan RWD mendorong. Apalagi jika diberikan beban yang ada di bagian belakang kendaraan.

“Hampir semua kendaraan komersial (niaga) penggerak roda belakang. Jadi beban yang ada di belakang menumpu pada roda penggerak,” ucap Didi kepada Kompas.com, Jumat (23/7/2021). Selain itu, salah satu keuntungan dari penggerak roda belakang adalah kemampuan menanjaknya ketika membawa beban. Penggerak roda belakang bisa dibilang lebih mudah melewati tanjakan saat membawa beban dibanding penggerak depan.

Kalau penggerak depan dan beban terpusat di bagian belakang, kemungkinan bisa terjadi selip (tergantung kondisi jalan),” kata Didi. Kemudian soal efisiensi, Didi mengatakan kalau kendaraan penggerak roda belakang lebih mudah dalam perawatan. Misalnya seperti mengganti kampas kopling, kendaraan penggerak roda belakang lebih mudah daripada penggerak depan.

 

Download Aplikasi Kargopedia : Playstore dan Appstore

sumber: kompas.com

Link Penting

© Copyright 2021 All Rights Reserved by Kargopedia Indonesia