Logo Kargopedia Baru

Sulitnya Mencari Ekspedisi Murah, Jadi Kendala UMKM Bersaing di Pasar Domestik.

Susahnya mencari Ekspedisi murah menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 selain ketersediaan modal, bahan baku, dan pemasaran atau penjualan. Hal itu disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kementerian Koperasi dan UKM Ari Anindya Hartika. Dari catatannya, UMKM yang mengalami masalah penurunan penjualan yaitu sebanyak 22,90 persen.

  •  “Jadi persoalan lain yang utama itu masih ada beberapa pelaku UMKM yang bergantung pada bahan baku impor sementara ongkos logistiknya mahal, di saat yang sama terjadi penurunan daya beli masyarakat,” katanya dalam diskusi daring, Rabu (24/2/2021).
  • Selain UMKM yang mengalami penurunan penjualan, Ari juga mencatat pelaku UMKM yang mengalami persoalan distribusi logistik dan ketersediaan bahan baku sebanyak 20,01 persen. Adapun, terkait dengan isu permodalan dialami oleh sekitar 19,39 persen UMKM.
    Sementara, lanjutnya, sektor yang paling terdampak yaitu pedagang besar dan eceran 40,92 persen, penyedia akomodasi dan makanan dan minuman 26,86 persen. Sektor pengolahan yang terdampak sebanyak 14,25 persen.
  •  Guna mengatasi permasalahan tersebut lanjutnya, pemerintah melalui Kemenkop UKM memiliki beberapa program seperti pelatihan digitalisasi UMKM, penyediaan akses permodalan yang murah hingga dukungan pemasaran yang bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
    Ari berharap, dengan adanya fasilitas ini pelaku UMKM bisa terlepas dari jerat persoalan yang dialami sehingga nantinya bisa naik kelas secara bertahap. Dia juga mendorong agar pelaku UMKM memaksimalkan penggunaan media digital dalam pemasarannya.

Sebagai informasi, pelaku UMKM nasional menjadi salah satu sektor usaha yang paling terdampak pandemi Covid-19. Menurut Asian Development Bank (AD, dari 64 juta pelaku UMKM, sebanyak 50 persennya terancam gulung tikar, sementara 88 persen sudah tidak memiliki tabungan. Hal ini lah yang mendasari pemerintah terus aktif melakukan upaya penyelematan UMKM melalui berbagai program, Salah satunya dengan memperkenalkan beberapa jasa yang menyediakan ekspedisi murah dan praktis seperti Kargopedia indonesia.

Hadirnya beragam ekspedisi murah, layanan digital seperti online marketplace dan social media telah terbukti membuka ruang yang semakin lebar bagi pelaku UMKM untuk merangkul pangsa pasar yang lebih luas. Namun di balik itu, kemudahan akses yang diberikan juga memberikan tantangan tersendiri, yakni kompetisi yang semakin sengit. Di ranah online, ada ribuan hingga jutaan pelaku usaha yang menyajikan produk atau layanan serupa, maka selain unique selling point yang kuat, pebisnis juga harus memikirkan secara matang strategi pemasaran,ekspedisi murah dan pengiklanan yang tepat.


Selain itu juga dengan kondisi pasar yang sangat beragam mengharuskan pelaku bisnis untuk memiliki cara-caranya sendiri agar kegiatan pemasaran dan iklannya mendapati perhatian dan konversi maksimal. Dan kenyataannya tidak semua pebisnis memiliki perhatian lebih akan hal tersebut, dan kelas-kelas ala digital marketing membutuhkan biaya dan waktu yang relatif panjang.
Dari permasalahan tersebut kemudian munculah terminologi advertising technology (adtech) dan marketing technology (martech). Pada dasarnya kedua inovasi teknologi tersebut ditujukan untuk memudahkan pebisnis dalam merencanakan, merancang, mengeksekusi, dan mengukur kegiatan pemasaran dan iklan yang dilakukan agar lebih tepat sasaran dan efektif. Peran teknologi di dalamnya membantu pelaku UMKM dalam melakukan pemasaran digital modern dan mencari informasi terkini tentang ekspedisi murah agar bisa mempermudah pelaku UMKM.

  • Cakupannya dapat dimulai dari aspek yang paling dasar, misalnya, di tahap perencanaan. Teknologi seperti kecerdasan buatan dapat membantu pebisnis menentukan kanal pemasaran yang efektif didasarkan pada tipe bisnis dan persona konsumen yang ingin disasar. Atau di tingkat eksekusi inovasi ala omnichannel yang dapat memudahkan pebisnis dalam mengelola iklan digital di berbagai kanal dalam satu dasbor terpusat.
  • Melalui berbagai kanal pemasaran dan beragam pilihan aplikasi ekspedisi murah tersebut, industri UMKM dapat menerapkan beragam solusi kreatif tersebut dalam bisnis mereka. Mengingat menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga kini, tercatat lebih dari 60 juta pelaku UMKM, sayangnya hanya sebesar 8 persen jumlah pelaku UMKM yang baru mengadopsi digital. Melihat jumlah tersebut potensi masif jelas terpampang lebar, terlebih pada kebutuhan mendorong industri UMKM lewat pemasaran digital dan pemilihan ekspedisi murah yang tepat.
  • Untuk menyambut potensi tersebut, inovator di bidang teknologi mesti mampu melihat celah yang dapat dimanfaatkan untuk sama-sama bertumbuh. Dalam mendukung modernisasi pemasaran digital, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel menyelenggarakan Digihackaction, sebuah wadah kolaboratif di bidang teknologi yang menargetkan lahirnya inovasi baru di bidang advertising technology dan juga marketing technology, untuk mendukung industri UMKM lewat pemasaran digital.

Guna merealisasikan ide ataupun solusi yang Anda miliki untuk UMKM Indonesia, Telkomsel DigiAds, Tinc, berkolaborasi dengan DailySocial.id dalam membuka kesempatan tersebut melalui program hackathon Digihackaction 2021, yang menjadi perhelatan hackathon pertama di Indonesia pada bidang pemasaran digital modern. Program tersebut memberikan peluang bagi para inovator yang memiliki ide untuk memperkuat UMKM melalui berbagai kanal pemasaran digital, yang bisa diaplikasikan langsung oleh para pelaku usaha mikro.

Inovasi yang dapat Anda tawarkan dalam bidang ini sangat terbuka lebar. Misalnya saja, jika Anda memiliki ide untuk mengkombinasikan omnichannel dengan permasalahan di dunia periklanan, Anda dapat mengimplementasikannya ke dalam inovasi Digital Advertising Omnichannel. Inovasi lain yang mungkin dapat menjadi inspirasi, Anda bisa mencoba di ranah analisis data bagi industri periklanan, dengan mengkombinasikan fungsi Business Intelligence untuk ranah marketing yang akan menghasilkan strategi pemasaran berbasis data. Masih banyak lagi inspirasi dan inovasi lainnya yang dapat Anda telusuri untuk menghasilkan solusi di dunia pemasaran digital. Ranah seperti SEO, programmatic ads, hingga Software-As-A-Service (SaaS) juga dapat Anda jajaki.

Setiap orang maupun tim bisa mendaftarkan lebih dari satu ide di Digihackaction. Yang nantinya akan diimplementasikan untuk mengembangkan industri UMKM, sekaligus Anda juga berkesempatan untuk mengembangkan prototype tersebut menjadi sebuah startup yang bisa dibangun ke depannya, dibantu dengan teknologi yang didukung oleh Telkomsel DigiAds dan Tinc, serta berkesempatan mendapatkan pendanaan dari Telkomsel.

Tidak hanya itu, Telkomsel DigiAds dan Tinc menyediakan akses API sandbox berupa, API ‘Adtag’ dan ‘Adscript’ yang dapat dimanfaatkan para pengembang sebagai “playground” atau “testing environment” untuk menghasilkan prototipe (purwarupa) terkait solusi bagi AdTech dan juga MarTech. Secara teknis, akses API ini akan diberikan secara eksklusif bagi peserta Digihackaction yang berhasil memasuki fase 100 besar. Keuntungan lain yang akan didapatkan oleh para peserta adalah memperluas network bisnis startup bersama Telkomsel DigiAds, Tinc, dan jejaring mereka, hingga mendapatkan kesempatan hadiah ratusan juta rupiah.

  Selain itu untuk pilihan ekspedisi murah anda bisa memilih Kargopedia indonesia aplikasi yang membuat anda serasa mempunyai asisten dan perusahaan pribadi yang sangat menguntungkan. Dengan fitur utama pemesanan transportasi,pengiriman barang,dokumen,ekspedisi murah dan kargo. Aplikasi kargopedia memberikan anda kebebasan lebih dalam hal : harga, jarak, bobot muatan, jenis armada dan waktu pengiriman.

Link Penting

© Copyright 2021 All Rights Reserved by Kargopedia Indonesia